Ke Singapura bersama #HappyBloggers!

[Prelude]
Masih melanjutkan tentang apa yang saya alami di bulan Januari lalu, jadi rupanya berkat tulisan blog saya dan mungkin rejeki dari atas, saya menerima undangan dari Reader’s Digest Indonesia untuk ikutan “jalan-jalan” ke Singapura bersama dua orang blogger lainnya; Mbak Haya dan Mbak Dessy. Waahh!! Waktu pertama kali undangannya disampaikan lewat percakapan telepon, saya sempat ragu dan gak percaya, ini beneran ngajak saya? Kenapa saya? Jalan ke mana aja sih di Singapura? Hihi, I was so excited dan banyak pertanyaan mendadak muncul di kepala saya berkenaan dengan undangan yang datang tiba-tiba itu, tapi saya tetap berusaha terdengar cool dong di telepon. Iya lah, supaya gak malu-maluin :D

Setelah  jelas semuanya dan dilanjutkan dengan balas-membalas email, saya langsung mengajukan ijin ke kantor untuk tidak masuk selama tanggal 26-28 Januari. Untung kalender saya masih kosong jadi permohonan cuti saya terkabul dengan sukses :D Yay! I’m so ready to visit Singapore dan jalan-jalan bareng #HappyBloggers lainnya!

#HappyBloggers dan RDI, foto milik Mbak Haya
#HappyBloggers dan RDI, foto milik Mbak Haya

Mbak Haya dan Mbak Dessy rupanya sudah saling kenal dari dunia blogging juga, dari Srikandi Blogger, kalau gak salah. Mbak Dessy juga eksis nih di Kompasiana, sementara mbak Haya malah sudah sampai bikin acara sharing soal blogging segala. Salut deh! Jadi rupanya lingkungan pergaulan kami bertiga ya beda-beda banget. Saya sih paling sering ‘main’ di antara teman-teman KopdarJakarta, teman yang dikenal dari kerjaan, kenal yang random dari Twitter dan lain-lain. Berkat Reader’s Digest Indonesia, saya jadi mendapat teman baru dan juga tahu lingkungan baru lagi. Bersyukur banget dan tentunya senang juga dong! ^^

Berhubung trip #HappyBloggers ini banyak banget yang bisa diceritakan, jadi akan saya bagi menjadi beberapa bagian. Semoga cerita dan sharing saya yang bisa berguna ya :)

Hari 1 – Trip #HappyBloggers

Kumpul di Bandara
Senin, 26 Januari 2015. Biasanya di hari Senin yang normal, saya baru siap-siap ke kantor sekitar jam 7 atau jam 8, dan itu cukup santai karena saya boleh masuk kantor paling telat jam 10. Untuk trip kali ini kami akan naik flight yang lumayan pagi, jam 8.30 WIB, alhasil kami sudah harus berkumpul di bandara jam 6 pagi! Saya bangun pagi dari jam 4, takut telat hahaha. Kami semua langsung bertemu di bandara, gak janjian bareng dari titik lain, soalnya  rumah kami gak ada yang berdekatan. Gak ada yang telat lho, semua sudah di bandara Soekarno-Hatta jam 6 pagi :D Memang jadi lebih santai kalau tiba sepagi mungkin ya, jadi banyak waktu untuk mengurus ini itu. Kalau siangan dikit mungkin kami bakal kena kemacetan pagi di Jakarta, jadi memang datang ke bandara lebih pagi itu sudah langkah yang paling benar, idealnya 2.5 sampai 3 jam sebelum jam flight deh.

Oh ya, di perjalanan ini kami juga ditemani dengan seorang jurnalis perwakilan dari Reader’s Digest Indonesia bernama Bayu, yang sekaligus jadi bodyguard kami deh karena dia satu-satunya laki-laki di trip ini, hihi.. Bayu ini bawaannya paling sedikit dan dibawa ke cabin, gak ada bagasi. Sementara kami tiga perempuan semua menyimpan koper kecil ke bagasi dong, selain tentunya ada lagi bawaan tas yang kami bawa ke cabin.

Setelah check in bagasi, sarapan sedikit (saya beli scone hangat buat mengganjal perut :P) kami masuk melewati bagian imigrasi untuk menunggu panggilan boarding di dalam terminal keberangkatan. Jadwal boardingnya jam 8 pagi, dan tidak lama setelah jam 8 pagi kami langsung naik pesawat, dan siap untuk berangkat :D

Tiba di Singapura
Penerbangan dari Jakarta ke Singapura memakan waktu kurang lebih satu jam empat puluh menit. Saya sempat makan enak sarapan dan juga menonton film sewaktu penerbangan, tapi filmnya belum sampai tamat, jadi kentang deh (kenikmatan tanggung #dijelasin) haha.. TIba di Singapura setelah mengurus imigrasi dan mengambil bagasi, kami pun melangkah keluar, dan disambut seorang tourist guide setempat yang fasih berbahasa Indonesia, namanya Miss Fern Wong, atau dipanggil “Fern” aja juga oke. Okesip nih mbaknya :D. Rupanya ini bukan trip pertama dari Reader’s Digest Indonesia membawa teman-teman ke Singapura, dan guide ini juga yang sudah pernah membantu pada trip sebelumnya, makanya Bayu udah kenal Fern segala.

Menuju Imigrasi di Changi Airport
Menuju Imigrasi di Changi Airport

Anyway, sebelum kami keluar dari bandara, ada hal penting yang perlu kami lakukan lebih dulu: Menukar uang dan beli sim card setempat. Mbak Haya aja sih yang beli simcard, kebetulan saya dan Mbak Dessy sama-sama mau pakai roaming service dari operator yang kami gunakan.

Ada booth untuk menukar uang dan beli simcard sekaligus di dalam area penyambutan di Changi Airport itu, gak jauh dari  tempat kami bertemu dengan Fern. Tukar uang sih cepat prosesnya: kasih uang, terima uang, beres. Tapi kalau beli simcard rupanya agak makan waktu karena harus menunjukkan paspor, lalu nomor tersebut didaftarkan terlebih dulu, diaktifkan, dicek paketnya dan seterusnya sampai yakin sudah dipakai. Jadi kami nunggu semua selesai baru siap jalan lagi.

Ketika kami sudah siap lanjut, hmm.. waktunya sedikit agak telat dari jadwal itinerary kami. Akhirnya kami setuju untuk langsung makan siang saja dan lanjut keliling, tanpa check in ke hotel lebih dulu., toh karena ada mobil dan pak supir (komplit lah ini, terima kasih Reader’s Digest Indonesia!) kami bisa menaruh barang di mobil saja. Check in hotel nanti malam saja sekalian usai keliling sesuai itinerary. Sip!

Makan Siang, Makan Nasi Padang
Menu makan siang kami ternyata adalah masakan (nasi) padang ala Restoran HJH Maimunah. “Wah, harusnya nikmat dong?” mungkin begitu di pikiran kalian ya. Tapi, kebetulan saya ini gak bisa makan yang pedas-pedas (iya saya ini langka, berdarah Manado tapi kok anti cabe) jadilah saya gak bisa makan banyak. Saya nekad mencicipi masakan yang disajikan tapi yang ada semuanya pedas banget buat saya, sampai akhirnya saya dipesankan sup dengan telur dadar yang sama sekali gak pedas supaya bisa makan, haha. Saya sempat foto-foto makanannya waktu belum ada sup dan telur dadar, lumayan lah buat gaya, haha..

Makan siang kami
Makan siang kami
Sebelum makan, foto-foto dulu :D (foto milik RDI)
Sebelum makan, foto-foto dulu :D (foto milik RDI)

This slideshow requires JavaScript.

Satu yang enak banget di restoran ini buat saya.. teh tariknya! Beda dengan teh tarik instan lho (yaiyalah ya).. Dan sebenarnya pengen tambah lagi teh tariknya, tapi sudah cukup banyak minum sih (karena kepedasan) jadi perutnya gak muat lagi deh :D

Mampir ke Kampong Glam
Seusai makan siang, kami mampir ke daerah Kampong Glam, kawasan historis tempat Masjid Sultan Singapura berada. Kenapa kami mampir ke sini sebenarnya supaya Mbak Dessy dan Mbak Haya bisa menunaikan, sementara saya asyik foto-foto di luar komplek masjid deh. Daerah Kampong Glam ini masih mempertahankan bentuk dan arsitektur rumah Melayu kuno dan dijadikan kawasan khusus pejalan kaki. Banyak toko dan restoran berada di kawasan ini, tepatnya di Bussorah Street, sementara Masjid Sultan berada di Muscat Street. Daerah ini cantik untuk difoto-foto deh, semoga saja foto-foto saya bisa mewakili suasana di sana.

Masjid Sultan di Muscat Street
Masjid Sultan di Muscat Street

This slideshow requires JavaScript.

Berkunjung ke Singapore Sports Hub
Setelah itu kami dibawa berkunjung ke komplek olahraga bernama Singapore Sports Hub di daerah Kallang. Semula saya gak mudeng, ini tempat apa ya? (Serius menurut saya sih nama Singapore Sports Hub itu gak terdengar seksi, tapi mungkin saya memang belum mudeng apa sih ‘hub’ itu). Ternyata tempat yang semula saya sangka sebagai hutan beton yang tak menarik, baru bisa menjadi keren kalau kita kenali lebih dekat!

Kompleks ini besar sekali dan ternyata baru jadi di tahun 2014 lalu, isinya ada stadium besar banget dan berbagai fasilitas olahraga lainnya, yang kebanyakan indoor, tapi ada juga yang outdoor. Karena banyak banget detailnya, nanti saya buat tulisan terpisah sendiri ya. Sementara ini saya pajang foto ini dulu ya (numpang narsis) haha.. 


Terpesona dengan Gardens By The Bay (MBS)
Setelah dari Singapore Sports Hub yang lumayan panas itu (kalau di outdoor), kami diajak menuju Gardens by the Bay di komplek Marina Bay Sands. Suka banget!! Suasana sejuk di dalam Flower Dome dengan banyak sekali tanaman indah di dalamnya, dan melihat air terjun (serius, ada air terjun di dalam dome!) di dalam Cloud Forest yang tinggi banget itu membuat saya bisa lupa waktu, kalau gak diingatkan oleh Fern, haha.. Ini juga saya akan buat dalam tulisan terpisah nanti, ditunggu ya ^^

Dinner di StraitsKitchen
Tak terasa ternyata sudah waktunya makan malam dong seusai dari Gardens by The Bay. Kami makan buffet dinner di restoran dalam Hotel Grand Hyatt dengan banyak pilihan makanan untuk diambil sendiri. Karena merasa badan mulai gak enak (gejala masuk angin nih), saya memilih makan sup herbal panas sebagai pembuka, lalu makan sedikit makanan India,  dan ditutup dengan home made mango pudding yang enak banget. Segitu saja buat saya sudah kenyang lho, kalau saya kalap makan terus-terusan nanti hasil detox mayo saya bisa hilang seketika dong, haha..

Hiasan botol di restoran
Hiasan botol di restoran
Sup herbal untuk pembuka
Sup herbal untuk pembuka
Mango pudding ini enak banget!
Mango pudding ini enak banget!

Menutup Hari di Hotel Jen Orchardgateway
Akhirnya malam itu kami ke hotel tempat kami menginap, yang ternyata ‘menyatu’ dengan mall/tempat belanja bernama Orchard Gateway. Sebelum check in ke kamar kami harus mengambil kunci terlebih dulu dan mengurus deposit kamar dengan credit card. Untung saja saya sudah lapor ke bank penerbit credit card saya bahwa saya akan traveling ke Singapura, jadi tidak ada masalah dalam transaksi deposit ini.

Ini pemandangan dari jendela kamarku
Ini pemandangan dari jendela kamarku

Sampai di kamar, saya masih excited menikmati kamar dan lebih excited lagi ternyata Hotel Jen memberi treat berupa fruit cup yang disimpan di kulkas kamar. So sweet! :D Saya sempat makan buah nanas, apel dan strawberry di bagian atas, tapi gak  dihabiskan karena harus puasa mulai jam 12 untuk persiapan medical check up esok hari.

Dapat surprise!
Dapat surprise!
Thank you Jen!
Thank you Jen!

Sambil makan, sempat-sempatnya saya mengupload sedikit foto ke Album Facebook saya, hihi. Iya, badan sudah capai tapi pikiran masih keasyikan dan excited dengan rangkaian trip #HappyBloggers ini. Akhirnya saya pergi tidur jam 1 pagi, dan gak lupa menyetel alarm supaya gak telat berkumpul pagi hari.

{bersambung}

Advertisements

23 thoughts on “Ke Singapura bersama #HappyBloggers!

  1. Sekedar Informasi, untuk yang mau jalan2 hemat Singapura/backpacker. Di Singapura banyak hostel dengan harga lumayan terjangkau sekitar 200-300 ribu per orang (bukan per room). Keuntungannya, kita bisa dapat banyak teman dari mancanegara.

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s