Pengalaman Saya dari #CetaphilExperience

Pengalaman bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru, selalu membawa banyak kesan dan banyak cerita, seperti pengalaman saya belum lama ini mengikuti #CetaphilExperience persembahan dari Cetaphil di Bali. Buat yang belum tahu, dibaca dulu ya tulisan saya tentang #CetaphilExperience sebelum ini di sini ^^

Di kesempatan itu, tidak hanya bertemu dengan teman-teman baru dari Indonesia, saya juga bertemu dan berinteraksi dengan kelompok-kelompok peserta dari negara lain di ASEAN seperti: Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Foto bersama seluruh peserta #CetaphilExperience
Foto bersama seluruh peserta #CetaphilExperience
Dok. Panitia

Di saat-saat seperti kemarin itu saya jadi kembali bersyukur karena bisa berbahasa Inggris, karena akhirnya semua baru bisa nyambung saat mau bicara dalam bahasa Inggris #yaiyalah :)) Gak mungkin buat memaksakan diri pakai bahasa asli (Malaysia-Indonesia masih agak mirip sih), yang ada nanti saling gak ngerti dan ngangguk-angguk pura-pura ngerti saja deh :)) Tapi ternyata, meski berlatar belakang yang berbeda-beda, kami para perempuan peserta #CetaphilExperience, punya lho kesamaan. Apa coba?

#CetaphilExperience Ice Breaking Activity

Pada hari pertama kami tiba di acara #CetaphilExperience, setelah sempat berkenalan selewat, kami dipecah-pecah menjadi sejumlah kelompok random, dan diberi waktu ice-breaking activity. Kelompok saya terdiri dari 5 orang, 2 dari Indonesia, dan selebihnya dari Thailand, Singapura dan Filipina (kalau gak salah).

Kami diinstruksikan saling memperkenalkan diri bergantian di dalam kelompok.
Setelah itu kami dibagikan kertas dan alat tulis. Buat apa ya?

Moderator acara lalu meminta, agar masing-masing dari kami menuliskan di salah satu sisi yang kosong: Hal apa tentang diri kami yang membuat kami merasa minder, tak percaya diri? Boleh tentang apa saja, misalnya “Saya tidak percaya diri untuk bicara depan umum”

Setelah bingung-bingung sejenak, akhirnya semua kelompok menyelesaikannya. Lalu kami diminta bergantian membicarakan sumber keminderan kami di tiap-tiap kelompok. Agak canggung ya membicarakan hal personal ini di depan orang-orang yang baru kita kenal, tapi karena diminta begitu, ya just do it deh. Lagian memang namanya juga ice-breaking activity kan?

Instruksi berikutnya nih yang menarik.
Karton tulisan kami kemudian dibalik, dan bergantian kami oper ke teman di sebelah kami. Tiap orang diminta menuliskan encouragement (kata-kata motivasi) untuk pemilik karton tersebut. Usai diputar satu ronde, hasilnya tiap-tiap orang mendapat sekitar 4-5 pesan positif untuk persoalan ‘keminderan’nya..

Saya dapat kata-kata seperti ini.. Duh gimana gak mewek coba *menahan bibir bergetar*

Sesi ice-breaking ini berkesan sekali bagi saya. Saya jadi semakin terbuka matanya, bahwa meski kita berbeda-beda budaya dan bahasa, tapi ada saja hal yang menjadi common ground kita masing-masing.

We are vulnerable.

Di balik penampilan kita, kita semua punya keresahan, keminderan. Kita ini rapuh, dan punya ketakutan, meskipun wujudnya beda-beda, tapi tetap menunjukkan kita sebagai manusia: ingin diapresiasi, ingin dimengerti, ingin dihibur. Kadarnya juga mungkin beda-beda tiap orang.
Tapi dapat  seperti kemarin itu saja, buat saya sih bikin haru biru..

CetaphilExperience Bagi saya..

Sepanjang #CetaphilExperience kemarin selain mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan orang baru, saya juga mendapat kesempatan untuk ”saat hening bersama diri saya sendiri”- karena ada sejumlah free time. Buat saya sendiri, suasana ramai dan riuh bersama banyak orang itu bisa menyenangkan, tapi ada saatnya juga di mana saya butuh menyendiri dan menikmati kesendirian saya, sehingga menjadi penyeimbang.

Saat menunggu sesi CetaphilExperience
Sambil menunggu sesi dimulai, wefie dulu xD

Kalau foto ini diambil waktu lagi jalan-jalan di pantai, sesi me-time sendiri :)

Secara keseluruhan pada waktu acara kemarin, selain banyak informasi berguna dari workshop yang diselenggarakan, saya menikmati sekali punya quality time baik dengan sejumlah kenalan baru, dan juga dengan diri sendiri.

Dua hal utama yang menjadi catatan bagi saya:
Jadilah nyaman dengan diri sendiri karena setiap diri kita unik dan berbeda-beda.
Dan, jangan malas untuk merawat diri & menjadikan diri lebih baik lagi.

Prinsip yang simple, tapi kita sering gampang lupa dengan ini.
Saya begitu sih. Kamu bagaimana? :D

Biar semakin termotivasi menjaga kulit sehat kamu, ayo ikut subscribe newsletter Cetaphil dengan klik di sini, dan ikuti juga Cetaphil Indonesia di Facebook, Twitter atau Instagram yah! Dan jangan lupa kamu bisa belanja online produk Cetaphil di sini, jadi gak usah repot lagi mencari produk Cetaphil ^^.

Advertisements

4 thoughts on “Pengalaman Saya dari #CetaphilExperience

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s