Bye, iPhone

Tahun lalu, saya membeli sebuah smartphone baru, Brand New In Box (BNIB), tepatnya sebuah iPhone 4 putih dengan kapasitas 32 GB. Saya masih ingat tanggalnya, 1 Agustus 2012, pas sebulan setelah melepas iPhone 3Gs saya yang dijual ke seorang teman. Sebulan tanpa iPhone itu saya seperti “sakaw” karena kangen fisik si iPhone, fitur-fitur dan segala kegunaan lainnya.  Belanja iPhone 4 itu pun cukup impulsif dan tanpa mampu menahan rasa sabar lagi. Coba ya saya lebih sabar, seminggu dua minggu kemudian ada program diskon sejuta plus-plus untuk iPhone tuh dari beberapa operator *nunduk sedih* dan memang gak lama kemudian iPhone 4S dirilis oleh Apple *makin nunduk*… Jadi, waktu pembeliannya memang tidak terencanakan dengan matang, tapi saya tidak menyesal keputusan untuk membeli dan menggunakan iPhone tersebut, yang saya bayar dengan cicilan (nyaris) 0% selama 6 bulan.

Akan tetapi..

Minggu lalu saya harus berpisah karena terpaksa dengan si iPhone putih ini (drama banget ya kesannya). Hari Minggu tanggal 2 Desember 2012 sore, saya berencana untuk menonton di Pondok Indah Mall 1 bersama maspacar, dan sebelumnya kami makan sore dulu di food court Area 51. Kami duduk di area untuk merokok di teras, gantian membeli makanan, lalu sempat foto-foto iseng satu sama lain (dan beberapa mainan lego yang baru dibeli gitu), baru kami lanjut menuju ke XXI. Kami jalan sekitar jam 16:40, karena film dimulai jam 16:50. Seingat saya, saya sudah memasukkan iPhone ke tas (model tas kantong tanpa penutup/ritsleting) bersama iPad, dompet dan lainnya. Rute yang kami tempuh itu naik escalator dulu, melewati MUJI, masuk XXI, mampir toilet, langsung ke Studio 4.

Foto terakhir yang menampilkan si iPhone, difoto oleh maspacar dengan handphonenya.
Foto terakhir yang menampilkan si iPhone, difoto oleh maspacar dengan handphonenya.

Kami masuk pas banget ketika trailer-trailer sedang diputar, jadi kami langsung duduk, siap nonton, dan.. maunya sih mematikan suara si iPhone dulu, ketika.. saya gak bisa menemukan iPhone saya di dalam tas. Tidak ada di kantong tas. Tidak ada di kursi ataupun sekitarnya (tidak ada bunyi benda jatuh). Akhirnya saya keluar studio bersama maspacar, kuatir iPhone tertinggal di Area 51. Saya bergegas ke toilet, meski saya ingat tidak ada benda yang saya jatuhkan di sana, dan petugas di sana juga mengatakan tidak ada benda tertinggal di toilet. Mulai panik. Langsung bergegas ke Area 51, sambil berusaha mengakses Find My iPhone dari iPad saya (yang untungnya tidak kenapa-kenapa), tapi gagal karena gak ada wifi (saat itu tidak ada SIM card di dalam iPad) dan tethering dari handphone maspacar pun gagal connect melulu.

Di area 51 juga tidak ada benda tertinggal. Saya mulai lemas dan masih kekeuh cari wifi demi akses Find My iPhone, sampai beli minuman untuk dapat password wifi salah satu vendor, tapi gak terhubung juga (gagal login Find My iPhone). Sementara maspacar berusaha menghubungi nomor saya.. tapi katanya sudah tidak aktif… Dia kemudian sudah bergerak mencari petugas keamanan, sementara saya melipir ke iBox/eStore di PIM untuk menumpang akses internet dan memeriksa status iPhone saya, ini juga atas ide maspacar.

Kenapa ketika dibutuhkan dan keadaan darurat, internet terasa sangat lambat ya?… *hiks*

Di eStore setelah masuk iCloud.com saya akhirnya berhasil login, dan menanti-nanti hasil pencarian lokasi iPhone saya. Dan hasilnya… kondisi iPhone sedang offline dan tidak dapat terlacak. Masih gak percaya dan masih terus ingin berusaha, saya set agar alarmnya bunyi dan ada pesan yang tampil kalau handphone tersebut dinyalakan.. Tapi.. Find My iPhone tidak bisa melakukan dua perintah ini kalau telpon yang menjadi target tidak terhubung dengan internet.. Mata saya terpaku pada layar dan menunggu seandainya ada perubahan status.. yang tidak terjadi juga. Kira-kira saat itu sudah lewat dari jam 5 sore.. Akhirnya maspacar mengajak saya untuk membuat laporan kehilangan di kantor petugas keamanan. Saat momen itulah, saya mulai tidak bisa membendung air mata. iPhone saya harus direlakan.. dan dilaporkan hilang.

Urusan pelaporan kami lakukan di kantor petugas di lantai bawah. Kami bahkan sempat memeriksa rekaman CCTV, tapi tidak ada gerakan orang yang mencurigakan terjadi di sekitar saya, dari area makan sampai XXI. Begitu masuk area XXI, tidak ada layanan CCTV yang bisa dilihat lagi, karena jaringan kamera tidak sampai ke bagian dalam XXI. Sedih.. dan dengan keras kepala campur putus asa, saya masih berusaha menelpon nomer saya dengan percuma. Percuma banget, karena hanya mentok ke “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau di luar jangkauan area…”

Sore itu movie date saya batal sudah. Sebelum pergi dari PIM, saya langsung mengurus agar dapat SIM card baru dengan nomor yang sama (untungnya saya sudah menggunakan nomor pascabayar), dan beli SIM card untuk iPad. Saya lalu nebeng komputer maspacar untuk mengganti satu persatu password yang akunnya terdapat di dalam iPhone saya, terutama akun-akun yang vital dan penting. Pun alarm dan tampilan message dari Find my iPhone saya kirim ulang dari iCloud malam hari itu juga. Sayangnya baru hari Senin saya sadar, alarm dan message dari Find My iPhone sempat teraktifkan satu kali, masih di hari Minggu, jam 17:17. Mungkin ini adalah saat saya di kantor petugas keamanan, dan iPad saya belum terhubung (belum ada SIM card) sehingga saya tidak sadar akan email pemberitahuan yang masuk…

Saya masih suka login ke iCloud, hanya untuk memantau status iPhone saya, yang masih offline terus sih..
Saya masih suka login ke iCloud, hanya untuk memantau status iPhone saya, yang masih offline terus..

Cybele, my iPhone
Sampai hari ini, iPhone itu tidak pernah kembali aktif terhubung internet, kalau dilihat dari iCloud. Pengaturan agar alarm berbunyi dan pesan ditampilkan, belum pernah tereksekusi lagi (terakhir saya update di Senin pagi/siang). Haruskah saya berikan perintah hapus data juga, begitu iPhone terhubung internet? Tapi begitu data terhapus, saya tidak bisa lagi melacak lokasi iPhone saya (kalau dia terhubung internet lagi).. Ah..

Moral of the story, berhati-hatilah dan jaga selalu gadget anda, terutama telpon genggam (dan dompet), di mana pun, dan saat berada di Mall yang berkesan aman sekalipun. Kita tidak pernah tahu jika ada orang yang khusus mengincar telpon genggam (apalagi smartphone model iPhone, kali ya) berkeliaran di sekitar kita.

As for my iPhone. I guess I have to say goodbye. *meski saya tak rela…

Saat ini saya kembali menggunakan telpon genggam lama, yang begitu berbeda fiturnya. Moga-moga saja, akan ada hikmah dan rejeki lain di balik kisah suram ini. Minimal saya bagikan cerita ini supaya bisa menjadi pembelajaran teman-teman juga. Hati-hati dan waspadalah selalu yah!

Advertisements

34 thoughts on “Bye, iPhone

        1. AHahaha bolehlah rame-rame.. :D Oh maspacar baca kok. Ga tau gimana tadi ketika aku bilang “baru ngeblog” dia aja bilang “udah baca” gitu :p

  1. Turut sedih, Nath. Padahal dulu sempet bikin rajin lari pagi yak?

    Tapi, iPhone itu duniawi. Mungkin itu sebuah teguran, agar kita tidak terlelu fokus dengan duniawi. Karena dunia itu fana, kata Cak U.

    Dan kali ini harus sabar kalau mau beli iPhone 5, jangan buru-buru. Tapi tenang aja, karena bisa #antrilikeaboss. *ternyata baser*

  2. turut berduka ya nat, ya sebagai pembelajaran sekaliguis pengalaman untuk kita semua agar lebih hati2 meletakan barang. seandainya tidak digunakan akan lebih baik dikantongin atau dimasukkan ke dalam tas, tidak diletakan di meja yg bisa memancing niat jahat pelaku. semoga lekas dapat gantinya, iphone 5 menanti :)

    1. Makasih Mas Mikow.. Kalau soal kehilangan iPhoneku, ga jelas kapan iPhone itu diambil, dari dalam tas kah, atau dari meja kah, atau terjatuh kah.. Tapi ya benar berusaha menarik pembelajarannya saja. Amin semoga dapat gantinya.. :)

  3. Yahhhhh… Semoga ada gantinya.
    Walaupun bukan iPhone, tapi saya juga pernah kehilangan ponsel yang umurnya baru 2 bulan, yang dibeli dengan pengorbanan sepenuh hati dan sepenuh isi dompet. :(

    Semoga dapat gantinya ya!

  4. Mba
    Saya Rencna Mau Beli HP iphone 5 yg ditemukan Kawan saya.
    Dan ingin Mensetingg ulang
    Dan rncna nya mau saya Kbalikn kepemilikan nya tp uang yg saya beli HPnya dibayar 11/2
    Kasihan aja Sama yg kehilangan pasti bnyk Data yg disimpan.

  5. Awal cerita Itu HP terjatuh ditaksi
    Dan tukang taksinya menjual ke Kwn saya
    Krna Gagal Login
    Dy rncna mau menjual ke saya
    Krna dy tau hrga iphone 5 mhal
    Dy ingin mnjualny 1jt
    Dan Hitungan saya utk Reset ulang 200rb
    Posisi HP uda 1 minggu dtngan saya
    Yg merasa kehilngan
    Bisa Reply
    Syrat tau ID n Pass’a

  6. sedih banget :( pelajaran buat kita, hp jangan ditaro di tas apalagi yang tidak berpenutup. lebih baik letakkan di saku celana saja..

  7. Ceritanya sama mbak, saya kehilangan Iphone 5 di tempat club. Entah kenapa emang sial hari itu. Sudah 2 bulan lebih kejadiannya. Kondisi handphone saat dilacak adalah offline. Kadang saya iklas kadang saya trauma. Sampai sekarang terus keinget perjuangan cari handphone itu. Yg lebih kasihan lagi orang tua. Saya merasa jadi anak tidak becus menjaga barang.

    Ya mungkin itu cobaan dari Tuhan dan teguran supaya jangan ceroboh. Ya cuma bisa berdoa dan iklas, walau itu susah sekali. Semangat cari rejeki mgkn lbh dari sebelumnya ketika Iphone itu msh ada

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s