Aksi Dari Hati

Masih menyambung tulisan kemarin tentang ‘dari hati’, jadi ingin cerita sedikit soal ‘rasa dan selera’ saya, terutama dalam hal yang berhubungan dengan kesenian. Di tahun 2009, ketika saya masuk ke media sosial Twitter, saya mengisi bio pendek saya begini:
Free open minded soul who loves to sing”. Kenapa saya menulis begitu? 

Well, maksud dari free open minded itu kalau perlu dijelaskan secara singkat, saya orangnya kepo. Curious. Penasaran. Makanya saya iseng coba-coba masuk Twitter, yang kata teman forum saya seru. (Iya dulu saya mainnya di forum, hehe). Lalu ya saya ingin menuliskan apa sih yang buat saya menyenangkan. Makanya jadi ada ‘loves to sing‘. Cinta menyanyi. Kebetulan dari sejak kecil, mungkin karena saya dibesarkan dalam keluarga yang cukup rajin ke gereja, saya cukup akrab dengan menyanyi a la paduan suara. Dulu saya cukup aktif di koor gereja, pernah juga di vocal group sewaktu masih di SMA, dan koor universitas sewaktu saya masih kuliah.

Ketika saya mulai kerja, saya sempat aktif lagi di salah satu koor gereja di Jakarta, dan juga di koor ‘sekuler’ yang berhimpun bukan karena alasan religius, tapi memang karena suka menyanyi, dan waktu itu kami mengangkat banyak lagu daerah dan lagu nasional Indonesia.

Tapi semua itu berubah ketika saya mulai berpindah kerja untuk kedua (atau ketiga) kalinya. Karena tuntutan dan lokasi pekerjaan yang baru, saya mulai mengurangi aktivitas menyanyi dan akhirnya berhenti sama sekali. Ya kalau ditanya, sekarang ini saya sudah lama banget gak nyanyi. Ke karaoke juga jarang, haha. Istilahnya mungkin begini, saat ini saya sedang terprogram untuk lebih mementingkan karir saya, dan mengimbangi kesibukan kerja dengan bersenang-senang dengan pasif, sebagai penikmat. Ya termasuk menikmati makan enak, nonton film bioskop, baca komik.. yang seperti itulah.

Sesekali, memang ada rasa ingin menyanyi lagi. Biasanya ini terjadi kalau saya habis menonton penampilan nyanyian ataupun ‘performance‘ lainnya yang membuat saya terpukau. Contohlah waktu saya nonton The Swingle Singers, dan juga ketika menonton Musikal Laskar Pelangi (semuanya di Jakarta ya btw). Saya menonton The Swingle Singers di Aula Simfonia Jakarta yang akustiknya sedap itu, dan saat mereka membawakan encore lagu berbahasa Indonesia, saya samapi nangis dong! Terharu banget dengan harmoni suara yang mereka ciptakan, dan juga upaya mereka buat memukau penonton dengan memilih lagu bahasa Indonesia itu. [duh sayangnya saya lupa itu lagu apa, saya inget rasa, tapi lupa nama :)))]

Terjadi juga waktu saya menonton Musikal Laskar Pelangi. Kebetulan di MLP ini ada teman saya yang ikut tampil sebagai salah satu karakter. Duh, saya ikut tertawa, sedih, bersorak, dan bahkan bawaannya pingin ikut menyanyi saat menonton musikal itu. Setelah selesai menonton pun saya sempat ingin menyanyi lagi, tapi kemudian lupa karena sibuk.

Sekarang ini entah kenapa saya seolah sering diberi ‘tanda-tanda’ yang mengingatkan tentang kesenangan saya. Seperti belum lama ini saya diundang ke sebuah acara, tentang pengenalan dan promosi musikal yang akan digelar bulan November ini, judulnya adalah Musikal Khatulistiwa. Di acara tersebut saya melihat penampilan grup anak-anak dan juga penyanyi dewasa yang membawakan contoh adegan musikal. Karena diadakan di tengah mall, kurang puas deh rasanya dengan kualitas audio waktu itu. Duh, saya jadi ingin menonton langsung saat digelar nanti. Apalagi ternyata ide Musikal Khatulistiwa ini keren deh, mereka ingin mengangkat tentang pahlawan-pahlawan yang ternyata masih asing kita dengar, padahal mereka juga berjasa dalam sejarah Indonesia. Jadi isinya sarat edukasi, tapi dikemas dengan menarik dalam bentuk performance.

This slideshow requires JavaScript.

Tak disangka-sangka, ternyata seorang pelatih vokal untuk pagelaran musikal ini, adalah kenalan lama saya saat dulu saya masih menyanyi di koor gereja! Wah.. kami sempat mengobrol-ngobrol seru tentang si musikal, tentang apa kesibukan masing-masing.. dan dia sempat bertanya apakah saya masih suka nyanyi. Tentu saya bilang saya sudah lama gak menyanyi, tapi kangen nyanyi juga… Dan dia lalu menyemangati saya untuk cari jalan biar nyanyi lagi. Hm, kira-kira bagaimana ya?

Meski belum tahu langkah selanjutnya, tapi saya senang diingatkan oleh teman saya itu. Secara tak sadar dia sebenarnya telah memberi saya inspirasi untuk menggali lagi apa yang ingin saya lakukan dari hati. Padahal hanya berbentuk ajakan kecil saja, but she made my day and touched my heart. :) Sebuah aksi yang kecil dan sepele, tapi membuat saya bersyukur karena kebetulan bertemu dengan dia.

Sekarang saya ingin mengajak teman-teman untuk merenungkan, siapa saja sosok di sekitar kamu yang sudah menginspirasi kamu untuk melakukan aksi dari hati? Siapakah pahlawanmu? Coba buat video pendeknya, bisa kamu posting di YouTube, Facebook, Instagram ataupun Twitter, lalu daftarkan ke Musikal Khatulistiwa Aksi Dari Hati.
Bisa baca syarat dan ketentuan lebih lanjutnya di sini.

Dengan ikut serta membuat video Aksi Dari Hati ini, siapa tahu kamu bisa menginspirasi lebih banyak orang lain lagi untuk menjadi pahlawan versi mereka. Paling tidak, kita akan saling mengingatkan untuk bersyukur atas inspirasi yang sudah pernah kita terima.
Dan lagi, ada kesempatan untuk mendapat action cam dan tiket Musikal Khatulistiwa sebagai hadiah :)

Yuk, ditunggu videonya sebelum tanggal 8 November. Sebarkan inspirasi untuk lebih banyak lagi aksi dari hati!

Advertisements

8 thoughts on “Aksi Dari Hati

  1. Emang bisa sampe terharu kalo nonton musical yg bagus karena emang bisa bagus banget gitu ya… Gw juga pas nonton wicked tuh sampe rasanya gimanaaaa gitu… :)

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s