Arti Pulang Kampung 

Ceritanya di hari Sabtu ini, hari kedua bulan Juli, saya naik Uber melintasi Jalan Sudirman. Wah, Jakarta benar-benar terasa bedanya. Jalanan sepi! Sudirman lancar!! Surgawi!! xD

Saya sampai menulis gini di Path:

#JuliNgeblog Jakarta sepi saat orang-orang pulang kampung

 

Sudirman kosong!!! 💕💕 Lalu teringat kalau ini semua hanyalah sementara.. #JakartaOhJakarta

Ini ditimpali oleh seorang teman, masih dalam Path, “Dari kemarin sore Sudirman udah lancar jaya, Nat.” Ah benar juga sih. Mari kita nikmati selama kesementaraan ini berlangsung.

Nah pulang dari lunch date tadi siang, saya naik Uber lagi untuk pulang (soalnya suami lagi mengurus urusan terpisah), dan saya mengobrol dengan pengemudi Uber itu.

Dari lagu yang dia setel, CD Album dari Barry Manilow, langsung ketahuan kalau dia memang dari jaman yang lebih senior. Lagunya lawas yah, haha. Tapi saya tidak keberatan, malah ketika ditawarkan untuk ganti setel ke radio, saya bilang gak apa-apa, jangan diganti.

Sekilas, kami mengobrol-ngobrol (agak basa-basi lah) seperti di bawah ini:

“Lebaran nggak ke mana-mana Bu?”
“Ah saya sih Lebaranan di Jakarta saja, keluarga ngerayainnya di sini.. Bapak gak ke mana-mana?”

“Saya juga di Jakarta saja sih, Bu. Orang tua saya sudah gak ada dua-duanya. Mertua di Jakarta, jadi ya di sini saja”
“Ooh.. Sama pak, saya juga udah gak ada orang tua, mertua juga di Jakarta, hehe.. Bapak asalnya dari mana?”

“Lahir di Surabaya, tapi sekolah dan sampai besar di Jakarta terus. Cuma numpang lahir dan numpang sertifikat saja di Surabaya, haha… Gak pernah pulang kampung juga”
“Oh gitu ya pak..”

Kira-kira gitulah potongan percakapan kami.

Lalu saya kepikiran soal pulang kampung. Ini kalau saya bahas dengan si pengemudi Uber, bakal panjang tuh. Makanya saya sengaja gak melanjutkan.

Dari kecil, konsep pulang kampung itu agak membingungkan buat saya. Soalnya buat saya, gak jelas mana sih yang seharusnya saya sebut kampung. Papa Mama saya berasal dari Sulawesi. Satu dari Manado, satu dari Makassar. Tapi dari sejak berkeluarga dan melahirkan anak-anak, Papa Mama tinggalnya di pulau Jawa terus. Kami sekeluarga sempat tinggal di Sukabumi, lalu pindah dan menghabiskan waktu lebih lama di Bogor, sejak saya masuk SD. Lalu saya sendiri kuliah di Bandung, dan lulus kuliah lalu di Jakarta, sampai sekarang.

Saya pernah ke kampung orang tua, cuma ke Makassar, dan belum pernah kesampaian ke Manado. Yang paling berkesan dan melekat bagi saya sih, ya Bogor. I call Bogor as my hometown, tapi saya juga bukan kelahiran Bogor. Dan sekarang udah tinggal di Jakarta terus, apalagi udah bersuami yaa..

Jadi pulang kampung.. buat saya itu ke mana?
Somehow saya merasa Bogor itu terlalu ‘dekat’ untuk disebut sebagai destinasi pulang kampung, haha..

#JuliNgeblog Ini waktu saya jalan pagi dekat rumah di Bogor
Sekilas info, foto ini diambil waktu saya jalan pagi dekat rumah di Bogor

 

Makanya kalau lagi jelang Lebaran gini, orang-orang sibuk mudik pulang kampung, saya sih menikmati saja Jakarta yang lagi lengang deh.. :D

Kalau kamu, pulang kampung ke mana?

Advertisements

14 thoughts on “Arti Pulang Kampung 

  1. Aku gak ke mana-mana, di rumah aja :)) Mertua udah gak ada, ayahku mudik ke kampung istrinya. Yo wes bebenah rumah aja mumpung libur :D

  2. Kalo saya jarang pulang ke kampung halaman, soalnya lupa halaman berapa. Hahahaha… Ha.. Ha. 😅

    Kalo saya lahir dan besar di Gorontalo, orang tua juga asli Gorontalo. Jadi pulang kampung bagi kami ya… Pergi ke rumah nenek. Walaupun rumahnya masih di sekitar kota, beda kecamatan doang. Haha. 😂

    1. (((lupa halaman berapa))) xD hahaha
      Wah Gorontalo! Aku belum pernah ke sana, semoga kapan-kapan bisa ke Gorontalo ^^

      Wah dekat keluarga dong ya, beda kecamatan saja 😂

  3. aku akhirnya pulang kampung pas mau lebaran lagi, kak! ke Bukittinggi.

    setiap tahun pulang ke sini, sih, tapi biasanya bukan pas momen mudik.

    jadi pulang kampung kali ini akan makan ketupat dan rendang bikinan ibuk ;D

    *nom nom nom*

  4. Sejak memutuskan merantau, hanya awal2 sekitar 3 th an rindu kampung tp seelah itu ngak pernah tuch kangen kampung.
    Yg gw kangenin cuman nyokap jd gw pulang demi nyokap dan sudah 7 tahun ngak mudik saat lebaran karna dah terlalu mainstream hahaha

    Kalo di tanya arti pulang kampung, jawaban nya berpeluk sama nyokap mohon doa restu

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s