Apa Enak, Walking Tour di Jakarta?

Apakah Jakarta masih cukup indah dan menarik, untuk dinikmati sambil berjalan kaki?
Kalau ditanyakan begitu saja, saya yakin banyak yang akan berdalih dan sibuk menunjuk-nunjuk kalau kondisi (kebanyakan) trotoar di Jakarta sangat memprihatinkan, hak pejalan kaki sering kali diserobot oleh pedagang kaki lima dan pengendara kendaraan bermotor. Mana nikmat sih berjalan kaki di Jakarta? Manalagi cuaca dan kualitas udara di Jakarta gak ada indah-indahnya. Seringkali panas, penuh debu dan polusi. Saya mengerti banget kalau ada yang menjawab jalan kaki itu pilihan terakhir, kalau sudah kepepet saja. Saya juga lebih sering begitu kok.

Tapi bagaimana kalau konsepnya sekarang adalah “walking tour“? Tur berjalan kaki?
“Hmph, mau lihat apa di Jakarta, kok gak yakin sih akan menarik? Paling jalan dari satu toko ke toko lain, dan mencoba-coba jajanan makanan” (dasar anak mall ya). Jujur, itulah hal yang pertama kali muncul di pikiran saya. Dan ternyata, hari ini saya berkesempatan untuk mencoba ‘official walking tour‘ pertama saya di kawasan Pasar Baru. Seperti apa kenyataan yang saya temui?

Semua Berawal dari Twitter

Awal cerita kenapa saya akhirnya mengalami walking tour hari ini, adalah karena workshop TravelNBlog (tanggal 26&27 September 2015) yang diselenggarakan beberapa travel-blogger ternama di ibukota. Didorong rasa penasaran dan dengan alasan butuh penyegaran pikiran, saya mendaftar ikut ketika pendaftaran baru dibuka, saat diumumkan kapan hari itu di Twitter. Terpujilah mereka yang membantu retweet tentang acara ini, karena kayaknya waktu itu saya belum follow akun @TravelNBlogID lho.. :P Syukurlah juga saya termasuk yang lolos tahap pendaftaran terbatas, hingga jadilah saya ikutan workshop nih, berkat info dari Twitter. Dan, ternyata… ada itinerarywalking tour‘ di hari pertama, setelah tiga sesi pembicara selesai (dan ada PR untuk ngeblog pula, iya yang sedang saya tulis ini, hahaha).

Perkenalkan, @JKTgoodguide

Di itinerary yang dibagikan via email, tertulis jelas agenda kami adalah

Menuju Pasar Baru dan walking tour with @JKTGoodGuide.

Nah, dosa saya adalah… otak saya memproses baris ini menjadi “with JktFOODguide” – dan ini membuat saya langsung berprasangka kalau kami akan jalan-jalan cicip-cicip makanan. Ternyata GOOD GUIDE dong. Mungkin saya lagi lapar ya. 

Ternyata JKTgoodguide ini, seperti bisa dicek dalam akun Twitternya dan blognya, menawarkan jasa panduan untuk walking tour, dan sistemnya mereka adalah Pay As You Wish. Jasa ini diprakarsai oleh Farid (baca di sini), dan kalau saya lihat, tidak terkait dengan lembaga apa pun. Sosial banget dan murni dari minat Farid terhadap sejarah dan bertemu orang-orang baru.

Walking Tour itu ngapain?

Jelas kami harus jalan kaki, tapi bukan dari satu toko ke toko lain (untuk belanja atau makan), melainkan dari satu tempat/obyek ke tempat/obyek lain, dan semuanya memiliki sejarah yang ‘mendalam’ (menarik atau tidak, itu mungkin subyektif dan kembali ke masing-masing peserta). Di setiap perhentian, kami diberikan sesi singkat berisi cerita/kisah sejarah dan trivia yang terkait dari obyek tersebut, dan tentunya juga waktu untuk memotret-motret.

Karena jumlah peserta yang cukup banyak, maka di awal tur, rombongan dipecah menjadi dua, dan memang sudah ada dua orang pemandu yang akan mengawal kami sepanjang walking tour ini.

Kedua 'guide' dari Jakarta Good Guide
Kedua ‘guide’ dari Jakarta Good Guide

Untuk kawasan Pasar Baru sendiri, tempat-tempatnya adalah: Sekolah Santa Ursula, Gedung Filateli dan tempat berjualan di sebelahnya, Gedung Kesenian Jakarta, Galeri Antara, Toko Kompak, Hok Tek Bio dan “Gereja Ayam”. Foto-fotonya saya kumpulkan dalam bentuk kolase di bawah ini. Apa saja yang saya dengarkan tentang obyek-obyek ini, sengaja tidak saya ceritakan dengan mendetail karena… akan lebih seru kalau kamu mengikuti sendiri walking tour-nya!

Jadi, enak atau tidak?

Menurut saya pribadi, tur seperti ini di Jakarta memiliki nilai plus maupun nilai minus. Tentu ada enaknya, dan masih ada kurang enaknya. Yang enak, bagi saya, ada keseruan tersendiri saat kita bisa menyimak cerita sejarah, langsung di depan obyek bersejarah yang terkait. Grup saya kebetulan dipandu oleh Farid langsung, dan saya mengalami sendiri, dengan cerita dan tanya jawab yang mengalir, suatu obyek bisa menjadi ‘lebih berarti’ dan bukan hanya sekedar gedung tua dan bobrok saja. :)

Kurang enaknya apa? Karena dilakukan dalam grup (dan bisa berukuran cukup besar), kita akan perlu saling menunggu anggota grup lain untuk berkumpul, ataupun untuk siap berjalan ke obyek berikutnya (foto-fotonya pada niat! haha). Dan jelas, trotoar di Jakarta memang belum seindah di luar negri. Tapi, mungkin itu seni tersendiri dari tur berjalan kaki, ada kalanya kamu harus kompakan menyebrang jalan yang ramai, dan ada kalanya kamu harus mau beriring dua-dua supaya bisa tetap aman saat menyusur keramaian jalan.

Bagaimana dengan cuaca Jakarta? Pilihlah waktu yang memang lebih tepat, dan berdoalah semoga cuaca mendukung. Lagian kalau mau sungguhan jadi travel blogger, masak sih dengan cuaca panas sedikit aja udah kalah? :D

Yang jelas, saya sih ingin ikut tur berjalan kakinya di lain waktu, dan menyusuri seluk beluk Jakarta yang lain. Mau barengan dengan saya? :)

Advertisements

20 thoughts on “Apa Enak, Walking Tour di Jakarta?

  1. Belum ngasih komen nih. Sukanya gue sama tulisan ini (dibandingkan dengan peserta lain) adalah isinya lebih fokus ke ‘walking tour’ dan bukan menjabarkan apa saja di setiap tempat yang sebenarnya tidak perlu. Lebih seru lagi kalau kesan lebih diulik lebih personal lagi. Makasih udah ikut Travel N Blog ya, Nat! Semoga blognya cepat dewasa (tidak lagi remaja, mencari jati diri). Muah!

    1. Aku pun telat reply komen ini, maaf yaa! :D Iya, menurutku kalau membahas tujuan-tujuan walking tour dan cerita apa yang kudengar, akan jadi serupa dengan yang lain, dan malah orang belum tentu jadi mau mencoba walking tour itu sendiri hehe.. Mungkin keterbatasan kata juga (kan ada max jumlah kata tuhh) yang membuat ulikannya masih belum terlalu dalam. Tapi bagaimanapun, terima kasih banyak yaaa! Amin semoga blog ini cepat dewasa hehehe.. :D

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s