Pengalaman Fine Dining di Alila Jakarta

Yang sudah mengikuti akun Instagram saya mungkin sudah tahu duluan, kalau hari Sabtu 14 Maret lalu saya sempat menikmati dinner istimewa bersama maspacar saya. Kalau di Jepang (juga Korea Selatan, Taiwan dan Cina) tanggal 14 Maret itu dirayakan sebagai White Day, harinya cowok-cowok membalas pemberian para cewek waktu Valentine’s Day sebulan sebelumnya.

Saya sih gak mempraktekkan ‘tradisi’ White Day, tapi malam itu memang spesial, karena kami diundang oleh Hotel Alila Jakarta untuk menikmati five course dinner di Buzz Restaurant, salah satu dari empat pilihan tempat makan di hotel tersebut. Five course dinner itu sederhananya berarti ada lima macam makanan yang akan kami santap malam itu, yang disiapkan khusus oleh Executive Chef Alex Ensor dan timnya.

A white day dinner with @boxybiru ❤️#VSCOcam #AlilaJakartaDinner

A post shared by Natalia Turangan (@natalixia) on

Meski sudah berangkat sekitar satu jam sebelum waktu dinner, karena sempat mengalami keramaian jalan Jakarta di malam Minggu, saya dan maspacar tiba agak telat, jadi ketinggalan tour  mengelilingi hotel. Alhasil saya gak sempat melihat langsung kamar hotel, fasilitas spa dan kolam renang di Alila ini. Ternyata fasilitas Hotel Alila memang lengkap juga yah, kalau dilihat di websitenya ini. Menarik juga buat dijadikan tempat staycation di suatu weekend nanti, hehe..

Sambil menunggu dinner dimulai, saya sempat menikmati first drink saya: jus bit dengan apel, dan cemilan kacang yang tersedia di area dinner. Ini bukan candlelight dinner berdua kok, jadi memang meja yang disiapkan cukup besar untuk ramai-ramai bersama teman-teman blogger lainnya ^^

Hidangan pertama: Ponzu Compressed Watermelon Carpaccio with Lemon, Ponzu Fluid Gel, Black Sesame Seeds, and Lemon Sorbet. Kalau lihat di foto, sepertinya miris ya, kok sedikit amat :)) Tapi sebagai pembuka, porsi segini memang pas dan wajar kok. Rasanya didominasi semangka yang manis dan segar, tapi juga terasa sedikit asam dari lemon, dan dipadu dengan kombinasi karamel dan biji wijen.

Hidangan kedua: Inhouse Lemongrass Cured Salmon, with Cucumber Jelly, Cucumber Pearls, Brioche Croutons, Creme FraicheSesungguhnya saya gak sepenuhnya mampu mengartikan apa saja sih isi menu ini, tapi yang jelas, terasa enak dan tasty meski tanpa saus tambahan, dan bikin pengen nambah lagi!

Di post saya, saya menyebut ini sebagai raw fresh salmon, tapi mungkin ini gak pas ya, karena toh sudah diproses ‘cured’ gitu. Yang jelas, rasanya tetap fresh lho! ^^ Patut dicoba kalau kapan-kapan kamu makan di Buzz Restaurant ini.

Hidangan ketiga yang kami nikmati, bertema seafood tapi bukan ikan: Seared Scallops, with Yellow Curried Cauliflower, Espuma, and Cauliflower Florets. Pelayan yang menyajikan dinner sempat memberi pesan kalau menu ini sebaiknya segera dimakan selagi masih panas, jangan lama-lama difoto (maklum ya demi bahan blog, semua menu makanan harus dong saya foto dulu, hehe). Katanya kalau dibiarkan kelamaan dan mendingin, taste dari menu ini bisa menjadi terlalu asin.

Saya langsung segera memakannya habis memotret ini, haha. Wah.. terus terang saya bukan penggemar berat dari seafood, mungkin karena masakan seafood sering kali terlalu gurih di lidah saya. Tapi menu masakan Chef Alex Ensor ini menurut saya enak banget tanpa menjadi terlalu gurih lho, suka banget! Ada hint of curry yang juga terasa dari sausnya, tapi gak mendominasi rasa si scallop (kerang kampak). Duh enak deh pokoknya!

Hidangan keempat adalah main course: Oven Roasted Lamb Rack 2 Ways, with Black Garlic Puree, Peas, Spring Onion and Salsa Verde. Dinamai 2 ways karena memang teknik memasaknya   ada dua, pertama dimasak sous vide lalu dipanggang (roasted), dan kedua teknik ini yang menghasilkan warna daging yang masih pink di dalam tapi matang di luar, jadi keseluruhannya tetap lembut untuk dimakan. Kalau istilahnya Rey, it will melt in your mouth. Yummy! Selain daging kambing, dan asparagus, hidangan ini makin mengenyangkan karena ditemani potato gratin (yang juga enak, tentunya). Saus salsa verde (mirip pesto) dan black garlic juga membuat kombinasi rasanya jadi bervariasi, saya sempat bingung lebih suka yang mana antara dua ini, haha..

Akhirnya tiba hidangan kelima, pencuci mulut alias dessert: Lemon Curd with Yoghurt Foam, Lemon Thyme Crumble and Passion Fruit Coulis. Dessert ini gak hanya terasa manis dari yoghurt yang lembut banget, tapi juga segar karena rasa asam dari lemon, saya suka sekali dengan kombinasinya! Apa lagi ada kue kering alias crumble-nya gitu. Jadi pengen banget coba membuat yang seperti ini.. bisa gak ya? :D

Ketika kami lagi menikmati dessert, Chef Alex Ensor sempat bergabung ke meja kami dan ngobrol-ngobrol bareng. Aksen bahasa Inggrisnya masih New Zealand banget, sampai di awal-awal ngobrol, kalau gak fokus, saya sempat gak bisa menangkap apa sih yang dia katakan, hihi. Chef Alex ini sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia kuliner, dan menjadi salah satu top 50 Australian Chefs saat dia bekerja di Salon Blanc di Sydney lho! Beliau ini pernah bekerja di berbagai tempat seperti Huka Lodge New (Zealand), Opera House (Sydney) dan kalau di Indonesia juga pernah di SHY Fine Dining Restaurant dan Potato Head Garage. Bergabungnya di Alila Jakarta, katanya sudah sekitar 6-7 bulan saat saya mengunjungi Buzz Restaurant kemarin itu.

Chef Alex Ensor, chatting with us
Chef Alex Ensor, while chatting with us

Chef Alex juga membawa inisiatif baru ke Alila Jakarta, yaitu konsep “Paddock to Plate”. Ini adalah inisiatif untuk bekerja dengan berbagai produsen/petani lokal di seluruh Nusantara untuk mendapatkan bahan makanan lokal, untuk digunakan di restoran-restoran Alila Jakarta. Meski ada beberapa menu yang tetap butuh bahan makanan luar (misalnya saja salmonnya ternyata salmon Norwegia) tapi Chef Alex percaya bahwa dengan bahan-bahan lokal pun, dengan passion dan kreativitas, pasti bisa menghasilkan makanan yang lezat. Saya salut dengan kata-katanya Chef Alex ini, dan ini menjadi pengingat kembali kalau memang kita tidak bisa menganggap enteng potensi lokal kita, selama kita mengolahnya dengan baik, ya tidak? :)

Overall, it was a wonderful dining experience. Makanannya luar biasa, pelayanannya juga ramah dan hangat. Dinner tersebut ditutup dengan foto ramai-ramai bersama Chef Alex Ensor dan blogger lainnya. Thank you for the lovely night, Alila Jakarta! I would definitely return for more experience ;)

Bonus: Foto-foto oleh Rahne bisa dilihat di album G+ di sini atau pada blog Rahne ini.  Dua foto di bawah saya taruh untuk teaser albumnya nih ya :)

 

For more information:
Buzz RestaurantHotel Alila Jakarta
Jalan Pecenongan Kav 7-17
Jakarta 10120
Indonesia
P : +62 21 231 6008
F : +62 21 231 6007

Email: jakarta@alilahotels.com
Alila Jakarta can also be found in Facebook, Twitter and Instagram

Advertisements

6 thoughts on “Pengalaman Fine Dining di Alila Jakarta

    1. Oh ya, emang gak bisa makan kambing? *puk puk Chika* Ini gak bau kambing sama sekali lho, tapi kalau masalah selera ya itu kembali ke masing-masing orang kok :)

      (duh jadi lapar hahaha)

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s