Cerita tentang Belum Bisa Move On..

Bulan April lalu, akhirnya salah satu mimpi saya sejak lama, bisa terwujudkan: saya akhirnya bisa ke Inggris, tepatnya ke kota London! Saya menghabiskan waktu sekitar 10 hari di ibukota kerajaan Inggris tersebut, saya bahkan sempat mengunjungi dan menginap satu malam di Edinburgh, ibukota Scotland. I am so happy!!

Tentunya liburan yang mahal banget itu terwujud bukan tanpa usaha, kenekadan dan pengorbanan. Semuanya berawal dalam bentuk promo tiket dari Singapore Airlines di bulan Oktober 2013 lalu. Dengan penuh rasa grogi dan nekad, akhirnya saya beli tiket bolak-balik Jakarta-London-Jakarta untuk dilakukan pada akhir April sampai awal Mei 2014. Tiket elektronik langsung saya terima via e-mail setelah saya membayar lunas harga tiket. Satu langkah lebih dekat menuju perjalanan impian!

Tugas berikutnya, seperti pernah saya tulis di sini, adalah menyiapkan budget liburan, sambil mengurus pengajuan visa UK. Syukurnya visa saya sudah jadi satu bulan sebelum tanggal keberangkatan. Akan tetapi, rencana budgeting saya mengalami modifikasi sana sini karena terlalu banyak belanja, sehingga menjelang keberangkatan saya terpaksa harus berupaya lebih kreatif untuk memastikan diri bahwa saya punya cukup biaya selama berada di Inggris nanti.

Pun sebelum keberangkatan, saya cukup panikan karena harus packing hanya dalam waktu singkat (untuk ukuran saya) yaitu sehari lebih sedikit. Biasanya kalau mau traveling, saya suka menyiapkan bawaan saya dengan sistem cicilan, bisa dimulai sejak dua minggu sebelum tanggal keberangkatan. Apa boleh buat, karena ada berbagai keperluan lain, saya harus bisa melakukan packing saya untuk ke Inggris dalam waktu yang lebih minim.

Trip menuju Inggris tersebut, syukurnya, dapat berjalan dengan lancar di tanggal 22 April sampai 5 Mei lalu. Tapi tak ayal, ada banyak pembelajaran yang bisa berguna untuk perjalanan-perjalanan berikutnya di masa depan.

Hi Big Ben!! #London #NathInLondon

A post shared by Natalia Turangan (@natalixia) on

Selama beberapa hari pertama di Inggris, saya cukup banyak mengalami keseruan menghadapi budaya setempat, terutama dalam soal mahalnya harga barang dan jasa di sana. Ya jelas terlihat mahal dong, kalau semua dikonversikan dalam Rupiah. Menerapkan mindset Rupiah di Inggris itu akan membuat saya selektif alias pelit banget untuk menentukan mau mencoba makan apa, dan urung mengejar “deam list” karena semua menjadi mahal. Saya sempat mengalami “takut” untuk belanja, ikutan tour atau masuk ke tempat wisata berbayar, karena takut jadi boros dan kehabisan Poundsterling. Tapi akhirnya ya, saya pikir, nanti malah rugi karena sudah jauh-jauh datang ke Inggris tapi gak ngapa-ngapain, gak mengalami Inggris to the fullest. Akhirnya dan syukurnya, jadi juga saya untuk mengikutkan diri di Bus Tour, River Cruise Tour, Harry Potter Tour dan bahkan tour ke Stonehenge dan Bath. Dan saya akhirnya sempat ke mengunjungi Museum Madam Tussaud dan Sherlock Holmes Museum (di mana saya harus membayar untuk masuk ke dalamnya).

Senang banget! Hanya saja, ada beberapa hal yang tidak berhasil saya lakukan, sehingga ada sedikit penyesalan yang masih agak mengganjal. Misalnya saja, saya tidak sempat menonton pertunjukan musical yang saya incar maupun yang direkomendasikan teman saya; saya urung membeli rekaman dalam format CD dari street performer yang ada di sana (padahal keren dan suka banget!); dan ketika ada teman yang mengajak untuk melihat salah satu stadium kenamaan di dekat London, saya tampik begitu saja karena merasa saya bukan penggemar sepak bola. Padahal kenapa tidak ya? Seharusnya selagi traveling saya lebih mau membuka diri untuk merasakan pengalaman yang unik dan khas dari tempat itu. Kapan lagi saya bisa mengalami kesempatan itu? Belum tentu saya akan kembali ke Inggris dalam waktu dekat ini…

London Tower Bridge #vscocam

A post shared by Natalia Turangan (@natalixia) on

Kecuali, jika blog yang saya sertakan dalam lomba blog Mister Potato ini bisa membuat saya mengalami Inggris sekali lagi :)

Pulang dari Inggris kemarin, saya sungguh kepikiran melulu untuk segera ikutan lomba ini, tapi sayang banyak lembur dan kerjaan yang membuat saya menunda tulisan ini *hiks*. Tapi untungnya ada Mister Potato juga hadir menemani lembur saya seperti yang ditunjukkan foto di bawah ini, hehe..

Jadi semoga saja, blog curhatan singkat ini bisa menjadi tiket saya berikutnya menuju Inggris. Wish me luck!!

20140531-235801-86281285.jpg

Advertisements

2 thoughts on “Cerita tentang Belum Bisa Move On..

  1. wow…..!
    ternyata udah pernah ke inggris toh, asek asek asek
    pasti bakal seru nih ntar kalo bisa ke inggris lagi. soalnya kali ini kan banyak temen dan yang penting “Gratis Pula” :D :D :D :D
    smoga bisa ke inggris lagi ya….

    1. Amin, terima kasih ya!!
      Mumpung visa Inggris masih berlaku, masih inget (dan kangen) Inggris dan masih tahu sedikit lebih banyak tentang Inggris, moga-moga saja bisa ke Inggris lagi rame-rame (kemarin perginya sendirian sih hehe) :)

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s