Personal Lesson from “Liebeck vs McDonald’s”

Saya sedang ada pada halaman Reader dari WordPress saya, dan memperhatikan bahwa banyak teman saya yang menulis dengan lebih singkat, tetapi lebih sering daripada saya. Memang tidak semua, tapi rata-rata demikian. Saya sampai bertanya pada diri saya sendiri, apa saya harus belajar menulis pendek-pendek, supaya isi blog saya lebih banyak?

Tapi lalu saya menjumpai sebuah blog post dari teman saja: Liebeck vs McDonald’s.

Tulisan teman saya ini sangat pendek: Sebuah video, kemudian satu buah kalimat yang menyertainya, “Now I know the complete story :D

Penasaran, saya tonton video tersebut sampai akhir (yang saya taruh juga di sini).


Pembelajaran saya?

Ada dua hal.

Pertama, tulisan yang pendek sekalipun bisa menggugah saya. Seperti misalnya pada blog teman saya itu.

Kedua, seperti diceritakan dalam video, esensi tulisan (apalagi berita) yang cukup panjang, akan dapat menjadi hilang saat ditulis ulang lebih singkat. Dan bahkan membuat kesalahan paham yang berlarut-larut.

Kisah Liebeck dalam video tersebut cukup membuat saya pilu.

Jadi, meski mungkin tidak ada sangkut paut yang langsung, kini saya sudah memiliki jawaban untuk pertanyaan diri saya tadi. Biarlah tulisan saya menjadi panjang atau pendek, sesuai dengan esensi yang saya sampaikan. Bagaimanapun, yang penting adalah tetap terus menulis.

Semoga, saya bisa terus menulis dan berkarya.. dan tentunya menjadi lebih baik lagi.

:)

via Personal Lesson from “Liebeck vs McDonald’s”.

Advertisements

16 thoughts on “Personal Lesson from “Liebeck vs McDonald’s”

  1. Saya mempraktekkan blogging on Path. Tulis apa yang pengen ditulis saat itu juga, sync ke Tumblr atau Twitter, baru nanti ditulis ulang di blog dengan editing di sana-sini. Lebih efektif drpd ngeblog dari serial tweets.

    1. Dengan adanya Path, tampaknya memang bisa ada perubahan behaviour blogger ya (tergantung orangnya, tentu). Yang kamu lakukan sepertinya kiat yang menarik :D *biar rajin ngeblog* *tepuk tangan*

  2. Tulisan pendek tapi langsung ke tujuan lebih enak dibaca , daripada panjang dan berbelit- belit. Pengalaman nulis di blog sendiri udah panjang2, komennya nampak seperti mereka gak baca yang aku tulis :(

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s