Hidup Pasca Menikah

Hari ini tanggal 1 Desember 2015,  berarti genap 4 bulan sudah usia pernikahan saya, dan bulan kelima pun mulailah.

Dan hari ini juga saya pertama kali ‘dinas ke luar kota’ sejak menikah (baru juga 4 bulan ya haha) dan harus menginap, satu malam saja untungnya. Ini pengalaman baru yang rasanya unik. Gak sedih banget, gak menggembirakan juga, tapi yah hari ini saya jauh dari suami, saya bakal tidur sendirian (di single bed nih) dan gak terganggu oleh dengkuran suami. Hehe. Suami saya mungkin nanti akan (atau sudah) guling-gulingan memakai semua bantal saya.

Di sisi lain, berarti genap 4 bulan juga papa mertua saya sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Saya gak sempat memanggil beliau sebagai ‘papa’ secara langsung. It’s too sad. Tapi meski demikian, semoga beliau beristirahat dengan tenang.

Memang hidup ini ada berbagai sisi, ada berbagai warna ya. Di satu sisi ada kebahagiaan, dan ada juga kesedihan. Tinggal bagaimana kita menjalaninya, mengimbanginya.

Saya lagi banyak pikiran belakangan ini. Mungkin ada yang berpikir, kan kamu udah menikah toh, nah itu ada pasangan untuk diajak ngobrol, untuk curhat, enak dong dibanding yang masih jomblo-jomblo saja.  Hm.. kenyataannya gak semudah itu (buat saya). Apa bisa juga karena saya masih newbie urusan komunikasi ala suami istri ya.

Yang jelas, semua hal-hal yang sekarang lagi menghantui pikiran saya, sebenarnya suami saya juga sudah tahu kondisinya. Tapi mungkin dia gak sampai kepikiran berlarut-larut seperti saya. Oh, dan lagipula, dia gak mengalami PMS seperti saya. Kalau PMS gini saya jadi lebih gampang tersulut emosinya, apakah jadi meledak ke arah marah-marah, jadi grumpy, atau ke arah lainnya, jadi lebih cengeng.

Contohnya, baca satu dua hal dari chatting saja bisa bikin saya pundung, lalu kalau dibahas malah bikin mau nangis. Hmph.. gak enak. Tapi kalau gak ditumpahkan, ya sesak juga nahannya. Hehe kalau dipikir dari sudut pandang suami saya, kasihan juga dia, sekarang harus menghadapi saya yang lagi labil begini.

Sekali lagi, pernikahan ini baru empat bulan berjalan. Semoga semua akan menjadi lebih baik, dan semua menjadi indah pada waktunya.

Sekarang sudah mau tengah malam, menuju pergantian hari. Cerita-cerita lainnya (tentang pasca menikah, dan lain-lain) akan ditulis di lain waktu ya. Good night!

Advertisements

11 thoughts on “Hidup Pasca Menikah

  1. Doa yang sama untuk kak Nath dan suami. Aku selalu takjub, melihat pasangan muda menikah di tahun ini (tahun yang lagi bikin stres banyak orang), tapi bisa menyelesaikan segala permasalahan. Semangat kakakanya

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s