Curhat Kulit Muka #DemiKinclong2016

Teman-teman sekitar saya pasti sudah tahu kalau bulan Agustus tahun lalu saya menikah, dan gak lama setelah menikah, saya malah apes jatuh sampai mengalami patah tulang (di bulan Oktober). Sebelum menikah itu, saya bela-belain segala macam perawatan, biar muka mulus ketika menikah. Sempat panik karena mulai jerawatan, tapi setelah memutuskan konsultasi dan perawatan ke dokter, untungnya berhasil dan oke punya dong *memuji diri*.

Ini ada foto (never been published!) from my wedding day,
oke kan make-up dan penampakan kulit mukaku? #haha

#KawinanDiKebun
#KawinanDiKebun

Nah, itu kan sebelum Agustus… Sejak kejadian patah tulang dan opname rumah sakit bulan Oktober, terus terang perawatan tubuh saya banyak terbengkalai; dan gak terkecuali, perawatan muka. Yah mau gimana, ada masa-masanya saya cuma bisa menggunakan tangan kanan saja (untung patah tulangnya di bahu kiri) dan mau apa-apa dengan muka, apalagi rambut, menjadi sulit, repot, dan bisa membuat luka nyeri.

Alhasil, jelas terlihat, muka saya jadi jerawatan, dan karena jari-jari tangan saya tipe yang gemesan dan gak tahan suka meraba muka (dan memencet jerawat), bekas-bekas jerawat yang menghitam banyak sekali menghiasi muka saya. Sedih. Dugaan saya sih, sepertinya bukan karena kurang perawatan fisik saja, soalnya saya sampai punya banyak cystic acne, padahal dulu gak pernah begini. Mungkin karena ada perubahan di internal tubuh saya (kan lagi benerin tulang patah ya) makanya keseimbangan proses tubuh jadi terganggu sehingga membuat jerawat muncul. Pusing deh, muka harus diapakan lagi dong biar kembali mulus?

Sekarang pun, saya masih ‘berjuang’ memuluskan muka. Di awal tahun 2016, saya mulai banyak terpapar oleh langkah-langkah perawatan muka dengan produk skincare Korea dari teman-teman saya, dan kira-kira bulan Maret saya mulai coba ikutan. Agak ngaco-ngaco dan sok tahu sih awalnya, tapi saya jadi belajar dari banyak baca blog-blog dan review-review yang ada, dan tentunya juga dari bertanya pada teman-teman yang sudah duluan menjalankan perawatan muka ala Korea itu.

Sejak sebelum menikah, gara-gara baca blognya Cecile di sini saya sebenarnya sudah ikutan memakai salah satu sabun yang dia rekomendasikan: Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Saya penasaran soalnya sabun ini sampai disebut produk “Holy Grail” dia. Agak shock sih ketika melihat harganya di Century atau Guardian, sampai dua ratus ribu lebih dong untuk 1 botol sabun! Tapi namanya juga perempuan dan pengen cantik, rela deh buat belinya. Saya bahkan sempat beli juga Moisturizer Cream dari Cetaphil, tapi ini untuk dibahas di lain waktu ya. Nah kemarin ini saya diberi tahu teman kalau ada lomba review Cetaphil, mumpung banget jadi sekalian saja saya buat review buat Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini ^^

Cetaphil Gentle Cleanser 125ml Review
Foto si Cetaphil di meja riasku ^^

~~

Karena sudah saking lamanya, saya sudah lupa kapan persisnya saya mulai memakai produk Cetaphil. Kalau gak salah saya sempat mencoba yang tipe Cetaphil Oily Skin Cleanser, tapi saya akhirnya lebih sreg dan repeat buying Cetaphil Gentle SkinCleanser.

Jenis kulit saya itu campuran dari kulit berminyak tapi sensitif (apa lagi belakangan ini, gampang banget jerawatan entah karena apa, hiks). Terakhir saya cek dengan dokter (baru minggu lalu lho) malah dibilang sepertinya ada kecenderungan kulit saya mengering, mungkin karena saya kalap pakai segala macam produk skincare *duh.

My Review of Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Karena saya punya kondisi yang berbeda-beda, jadi saya pisah sesuai kondisinya seperti di bawah ini:

1. Kapan: Ketika saya pakai sebelum menikah dan sebelum konsul ke dokter.
Di masa ini, Cetaphil Gentle Skin Cleanser memang jadi andalan banget untuk membersihkan muka. Awal pertama mencoba, kagok sih karena busanya kok sedikit amat, tapi lama-lama saya jadi terbiasa terbiasa. Efeknya pada muka saya sebenarnya gak ‘waww’ banget, gak serta merta mengurangi jerawat apapun, saya merasa harus pakai tambahan produk skincare lain buat mengatasi jerawat. Tapi yang jelas, pada masa ini saya tidak mengalami kulit mengering. Memang sepertinya si gentle skin cleanser ini tanpa saya sadari membantu juga menjaga kelembapan kulit muka saya.

2. Kapan: Masih waktu saya belum menikah, tapi mulai konsul dan memakai obat dokter. Ini masa di mana saya masih suka selingi sabun cuci muka saya antara sabun dari dokter dan Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Saya malah sebenarnya lebih suka Cetaphil, soalnya entah kenapa sabun cuci muka dari dokter memberi sensasi muka lebih kesat. Lucu juga sih, setelah pakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser ternyata saya jadi tidak begitu nyaman dengan perasaan kesat di kulit muka (padahal dulu sih demen banget). Sepertinya saya terlanjur nyaman dengan efek si gentle cleanser ini. Ketika ditanyakan ke dokter, beliau sih oke-oke saja kalau saya pakai Cetaphil. Yes, gak rugi dong saya punya Cetaphil :D

3. Ini dia, parah-parahnya kulit muka saya.
Kapan: 3a. Pasca operasi, saat ini di muka saya sudah keluar jerawat-jerawat besar mulai dari November/Desember. Dan 3b. Saat saya mulai memakai rangkaian perawatan ala Korea. Pasca operasi saya memang masih rutin memakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Tapi jerawat saya sepertinya gak berkurang. Lalu di 3b. saya masih selang-seling menggunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser sebagai second cleanser (sedangkan cleansing pertama menggunakan cleansing oil). Nah sepanjang kasus jerawat ini saya gak merasa ada banyak bantuan dari cleanser untuk kemajuan kondisi kulit saya. :(
Tapi iya, pengakuan juga, pemakaian perawatan ala Korea saya cenderung ‘kalap’ dan ‘gelap mata’. Saya bisa menggunakan beberapa produk baru nyaris secara bersamaan (gak sabaran, jeda waktu untuk menambah produk barunya pendek – ini sebaiknya tidak ditiru yaaa) dan memang memakai produk chemical exfoliation yang mengandung AHA BHA. Nampaknya efek produk lain-lain selain cleanser ini lebih dominan, sehingga kulit berminyak saya cenderung kering di area-area tertentu. Jerawat? Masih jalan terus :(

4. Akhirnya saya nyerah dan kembali ke perawatan dokter kulit. Ini nih kondisi yang paling akhir, dan sebenarnya baru jalan semingguan. Saya berganti dokter (beda dengan dokter yang merawat saya sebelum menikah) karena soal jarak, waktu, dan karena dapat rekomendasi dari teman. Dari dokter ini, saya dikasih sabun cuci muka sendiri juga, biasa lah, sepertinya memang praktek standar dari dokter kulit ya. Gak sengaja, di hari ketiga saya berobat dengan krim dokter yang sekarang, saya dengan agak cuek mau menyeling cuci muka dengan Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Lah, saya lumayan kaget, kok agak perih-perih ya ketika digosok di pipi dan di bawah hidung? Wah, langsung saya buru-buru bilas dengan air, dan kembali memakai sabun dari dokter saja.
Setelah tanya punya tanya, sepertinya ketahuan alasannya kenapa. Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini mengandung alkohol. Jadi untuk sementara saya gak bisa memakai Cetaphil dulu deh.. (Ini nih list ingredientsnya: Water, cetyl alcohol, propylene glycol, sodium lauryl sulfate, stearyl alcohol, methylparaben, propylparaben, butylparaben.)

Ingredients Cetaphil Gentle Cleanser

Kesimpulan saya:

Untuk kulit berminyak, pemakaian Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini sebenarnya bisa baik-baik saja, dan malah bagus karena membantu menjaga kelembapan kulit. Tapi cleanser saja gak cukup untuk mengatasi masalah seperti jerawat besar dan cystic acne.

Untuk dikombinasikan dengan obat dokter, ini tergantung dari obatnya dokter, dosisnya setinggi apa dan efeknya se’hebat’ apa di kulit kita. Sepertinya dosis obat saya sekarang ini memang lebih tinggi dibanding dulu (ini pendapat awam lho ya) sehingga kulit saya lebih sensitif, dan sampai merasa perih ketika kena cleanser yang mengandung alkohol.

Yang baru saya sadari, ternyata Cetaphil ini bisa juga dipakai untuk merawat selain kulit muka lho! Misalnya untuk tangan dan kaki yang kulitnya kering, atau badan sekalipun. Saya tadi mencoba untuk mengoles Cetaphil di tangan (pemakaian tanpa air) dan hasilnya tangan terasa lebih lembut! Waah.. kenapa gak coba dari dulu nih hahaha.. Jadi stok Cetaphil saya gak mubazir, meski gak bisa dipakai di muka, bisa banget buat area kulit kering (dan memang lagi mengalami kulit tangan kaki kering, hehe)

This slideshow requires JavaScript.

Akhir kata, kondisi kulit orang itu kan beda-beda, jadi sebenarnya gak bisa dipukul rata dan gak ada ada satu jawaban yang persis sama untuk kondisi berbagai orang. Kenali kulit kamu supaya bisa memastikan apakah perawatan yang tepat untuk kulitmu. Nah kalau si Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini, saya rasa bisa cocok buat kamu yang memang kulitnya gak bermasalah berat kayak saya. Tapi kalau memang kulit kamu bermasalah, mungkin memang harus eksplorasi perawatan yang lebih dari cleanser saja. Biar bisa lebih paham lagi tentang si Cetaphil dan produk-produknya, sekarang bisa lho ikutan mailing list mereka di link ini: http://cetaphil.co.id/id/langganan/

Dan Cetaphil juga ada di berbagai channel seperti Facebook, YouTube, Twitter dan Instagram. Ikuti dan tanya langsung saja ke Cetaphil ya untuk pertanyaan-pertanyaan kamu.

Anyway, perjalanan menuju kulit muka kinclong saya masih panjang (mari menabung kesabaran dan ketelatenan).
Sampai jumpa di tulisan lainnya ya, curhatnya masih banyak nih :P

Advertisements

25 thoughts on “Curhat Kulit Muka #DemiKinclong2016

  1. aku juga suka gak sabaran kalo pake skincare gituuu….suka ganti-ganti. untung kulitnya gak sensitif2 banget jadi gak papa. Tp so far pake cetaphil emang cocok sih

  2. Hmmm… aku jadi tergoda buat ngombinasiin si Cethapil ini sama sabun muka andalan aku. Tapi harganya lumayan pricey juga ya -_-

    Ditunggu update-an selanjutnya tentang perawatan mukanya, Kak!

    1. Wah, mau dikombinasi dengan apa? Haha, harganya memang lumayan. Coba ya ada edisi tester Cetaphile biar orang bisa coba dulu sebelum beli xD
      Wih iya soal perawatan muka nanti aku update lagi, makasih diingetin! ^^

  3. Halo mbak, salam kenal ya. Hehe, aku mau bagi-bagi info sedikit nih. Biar nggak salah paham. Alcohol yang terkandung di Cetaphil itu adalah jenis alchohol fatty (cetyl dan stearyl alcohol). Alcohol jenis ini berbeda dengan alcohol biasa yang kita kenal. Karena alcohol fatty berfungsi untuk mengikat air dikulit, sehingga membantu kulit menjaga kelembabannya. Jadi ya secara kegunaan alcohol fatty baik untuk kulit. Banyak kok digunakan di moisturizer, lotion, dll. Untuk info lebih jauh bisa ditanyakan ke om google. Hehe.

    1. Hai Rida :) Kebetulan kalau jafra mud mask aku belum pernah coba nih. Mungkin sebaiknya di kulit sensitif dicoba pada sebagian kulit dulu (patch test) dan jangan dipakai sekaligus ke muka. Kalau tidak ada reaksi yang negatif, lalu dipakai dulu bertahap dan diperhatikan efeknya dalam beberapa hari. Semoga membantu ya :)

Feel free to leave your comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s